Cara-Cara Menjadi Bahagia yang Telah Terbukti Secara Ilmiah (Motivasi Sukses Bersama)
Kali ini saya sudah merangkum resep-resep kebahagiaan yang
sudah terbukti secara ilmiah. Siapa tahu? Bagi kalian yang masih
mencari kebahagiaan, “ilmu bahagia” yang sudah dituliskan secara
sistematis ini bisa membantumu.
1. Orang Yang Bangun Sesuai Jadwal Matahari Terbit Akan Lebih Siap dan Bahagia Menjalani Harinya
Berdasarkan survei dalam penelitian yang
dilaksanakan University of Toronto, ‘orang pagi’ merasa jauh lebih
bahagia menjalani hidupnya dibandingkan orang yang biasa terjaga sampai
larut malam. Menurut penelitian tersebut, ketidakcocokan antara jadwal
biologis dan jadwal sosial yang dialami ‘orang malam’ menyebabkan
berbagai perasaan malas, terpaksa dan tidak bahagia. Ketidakcocokan yang
disebut ‘ jet lag sosial’ itu menghambat orang malam memenuhi
berbagai kewajiban sosialnya di pagi hari seperti masuk sekolah atau
masuk kerja.
Sayangnya hingga saat ini, hampir semua kegiatan sosial diatur
berdasarkan jadwal orang pagi. Maka sampai ada tempat yang
memutarbalikkan jam produktif manusia, orang-orang yang tidak bisa
bangun pagi akan terus merasa tidak bahagia. Solusi untuk bahagia
menurut penelitian ini: jadilah orang pagi!
2. Gunakan 20 Menit Pertamamu Untuk Menumpuk Hormon Bahagia Melalui Olahraga
Dalam buku best-sellernya yang berjudul ‘The First 20
Minutes’, Gretchen Reynolds menjelaskan bagaimana 20 menit pertama dalam
harimu adalah waktu berolah raga paling tepat untuk mendapatkan manfaat
maksimal dari segi kesehatan fisik maupun mental. Disamping kebugaran
tubuh di pagi hari yang akan mempermudah segala aktivitasmu selanjutnya,
olah raga ternyata juga sangat bermanfaat menjaga kesehatan mental
alias mampu membuatmu bahagia.
Penjelasan ilmiahnya? Ketika menggerakkan tubuhmu secara pesat saat
memulai olah raga, denyut nadi akan meningkat sehingga terkirim sinyal
ke otakmu bahwa kamu sedang dalam keadaan tegang layaknya dikejar-kejar
penjahat. Tubuhmu akan bereaksi secara spontan untuk melindungi diri
dengan memproduksi ‘Brain-Derived Neurotrophic Factor’ (BDNF) dan ‘endorphins’. Kedua
hormon ini berfungsi menangkal perasaan tegang atau stres yang dipicu
oleh gerakan olah raga dan membuat kita merasa lega atau puas setelahya.
Maka dari itu kedua hormon ini disebut hormon bahagia.
Produksi hormon ini di pagi hari mampu meningkatkan suasana hatimu secara signifikan. Menurut penelitian University
of Bristol, mood-mu di pagi hari seringkali menentukan mood-mu
sepanjang hari. Bayangkan jika kamu hanya berdiam diri di atas kasur
sambil melihat berita atau acara gosip yang menyedihkan. Disamping tidak
punya energi, mood-mu juga pasti sulit terangkat.
3. Buang Semua Pikiran Negatifmu Secara Harafiah. Ya, Benar-Benar Buanglah Pikiran Itu ke Tempat Sampah.
Dalam upayanya merumuskan terapi psikologis yang efektif untuk menghilangkan pikiran negatif, Richard Petty
seorang guru besar Psikologi di University of Ohio, menemukan metode
yang cukup unik. Dia menemukan bahwa dengan menuliskan pemikiranmu di
secarik kertas lalu membuang kertas tersebut ke tempat sampah,
sebenarnya pada saat yang bersamaan kamu juga membuang pemikiran itu
secara mental.
Walaupun terdengar konyol, metode Petty ini tampaknya berhasil.
Paling tidak untuk ratusan siswa yang berpartisipasi dalam
penelitiannya. Dia berhasil menyimpulkan bahwa dengan secara fisik
membuang atau menyimpan hal-hal yang ada di pikiran, akan secara nyata
mempengaruhi perilaku orang. Coba deh metode Petty hari ini! Tulis
pikiran negatifmu lalu buang ke tempat sampah dan tulis pikiran
positifmu lalu simpan terus di saku atau dompetmu! Siapa tahu harimu
akan lebih positif dan bahagia!
4. Mencari Kebahagiaan Itu Sebenarnya Hanya Soal Mengubah Pola Pikirmu Jadi Bahagia
Karakter alami manusia yang selalu ingin melindungi diri dari segala
kegagalan, kesedihan, dan patah hati, membuat kita jauh lebih mudah
mengingat dan terpengaruh oleh hal-hal negatif daripada positif. Maka
dari itu, seringkali misi hidup kita adalah mencari kebahagiaan,
seakan-akan ia tak pernah ada atau sudah direnggut oleh semua
penderitaan hidup. Padahal hanya dengan melawan kecenderungan kita untuk
berpikir negatif, otakmu hanya akan diisi pikiran-pikiran bahagia.
Istilah ilmiah dari kemampuan manusia mengarahkan otaknya sendiri disebut ‘neuroplasticity’.
Robert Stickgold, seorang psikiater dari Harvard University,
menjelaskan bahwa semakin sering kamu mengulang-ngulang satu informasi
maka akan semakin sedikit waktu yang diperlukan otak untuk mengolahnya
sampai akhirnya jadi kebiasaan. Jika terus berlatih berpikiran secara
positif, lama-lama mengenali sisi positif dari setiap hal pasti akan
jadi kebiasaanmu.
Layaknya bermain game Tetris dimana kamu harus menentukan posisi
balok yang tepat untuk mengisi kekosongan bentuk fondasinya sebelumnya,
otak juga akan mengarahkan pikiran dan perasaan kita sesuai tumpukan
informasi sebelumnya. Makanya Shawn Anchor dalam bukunya yang berjudul
‘The Happiness Advantage’ menjuluki metode ini sebagai ‘The Positive Tetris Effect’.
5. Jika Hari Cerah, Jangan Hanya Berdiam Diri Dalam Ruangan. Langkahkanlah Kaki ke Luar Untuk Menyerap Semua Kebaikan Alam.
Dalam bukunya yang bertajuk ‘The Happiness Advantage’, disamping
tentang pikiran positif Anchor juga menjelaskan tentang manfaat berada
di luar ruangan dan menikmati cerahnya hari. Tampaknya sederhana bukan?
Tapi ironisnya saat ini banyak sekali orang yang seharian terkurung
dalam rumah, mobil, atau gedung pencakar langit tempat mereka bekerja.
Padahal menurut Anchor walaupun hanya 20 menit saja, paparan sinar
matahari dan cuaca yang cerah bisa meningkatkan suasana hati dan
semangatmu sepanjang hari.
Disamping vitamin D yang ternyata punya efek antidepresan, menurut ilmuwan Mirjam Muench
ternyata kekurangan sinar matahari juga akan membuat kita gampang
mengantuk dan tidak bersemangat. Hal itu disebabkan karena produksi
hormon cortisol yang membedakan waktu aktif dan istirahat dalam
tubuh, menurun drastis di bawah paparan sinar buatan lampu atau dalam
keadaan gelap. Jadi kalau ingin bersemangat, tidak stres, dan bahagia
sepanjang hari? Berjalan-jalanlah ke luar ruangan.
6. Temukan Kembali Senyuman Tulus Yang Mampu Menggerakan Semua Otot ‘Senyum’mu
Menurut neuroscientist Andrew Newberg, senyuman adalah tanda
paling nyata dari energi positif dan perasaan bahagia. Ketika mengalami
situasi positif seperti bertemu teman lama, otakmu akan mengirim sinyal
untuk mengangkat otot-otot di wajahmu. Kontraksi otot-otot itu
mengkonfirmasi dan menguatkan kembali perasaan bahagia di otak. Maka
dari itu walaupun hanya membalas senyuman orang, seakan-akan kita bisa
ikut merasakan kebahagiaannya.
Untuk jadi lebih bahagia, tersenyumlah dengan tulus dan jangan pernah
ragu untuk tertawa dengan lepas. Bahkan perbedaan antara senyum tulus
dan tidak, juga sudah dibedah secara ilmiah. Senyuman sebagai hasil
gerakan otot di tepi-tepi mulut yang disebut ‘zygomaticus major’,
bukanlah senyuman tulus yang disebut ‘senyum sosial’. Sedangkan
senyuman yang tidak hanya melengkungkan bibirmu tapi juga menggerakan
otot obicularis occuli di sekitar kantong matamu, barulah senyuman tulus yang disebut ‘senyum duchenne‘. Duchenne adalah nama ilmuwan yang berhasil membedakan dua senyuman ini.
Semakin banyak otot yang berkontraksi dalam sebuah senyuman, akan
semakin kuat sinyal bahagia yang terkirim kembali ke otak. Kalau mau
lebih detail lagi, kamu bisa mempelajari lebih dalam lagi ilmu senyuman
7. Waktu dan Uangmu Yang Terbatas Akan Terasa Berlipat-Lipat Ganda Jika Kamu Membaginya Dengan Orang Lain
Cassie Mogilner,
seorang profesor di Wharton School University of Pennsylvania yang
secara khusus mempelajari kebahagiaan dan pengelolaan waktu,
menyimpulkan bahwa memberikan waktumu untuk membantu orang lain justru
akan membuatmu merasa memiliki waktu yang berlimpah. Menjadi
sukarelawan, mentor, atau hanya sesederhana mendengarkan keluh kesah
teman akan meningkatkan persepsimu terhadap waktu dan kebahagiaan.
Penghargaan lebih untuk waktumu tersebut disebabkan karena pada
rentang yang sama, waktumu tidak hanya berguna untukmu tapi juga untuk
orang lain. Begitu juga dengan uang atau kekayaanmu yang lain. Ketika
pada akhirnya semua waktu dan kekayaanmu akan habis, alangkah baiknya
jika kamu bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut sebaik-baiknya dengan
melipatgandakan kebahagiaanmu.
8. Kelilingi Dirimu Dengan Orang yang Menginginkanmu Bahagia
“Count your age by friends not years. Count your life by smiles not fears”
– John Lennon
John Lennon mungkin adalah seorang genius yang bisa menggambarkan
dengan akurat rumus kebahagiaan. Kebahagiaanmu tidak bisa diukur dengan
ukuran waktu ataupun uang, tapi dengan banyaknya teman dan hubungan yang
kamu miliki sepanjang hidupmu. Daniel Gilbert
seorang ahli kebahagiaan dari Harvard University dengan bukunya yang
berjudul ‘Stumbling on Happiness’, juga memperkuat pemikiran Lennon
tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hanya dengan dikelilingi oleh orang-orang yang
mengharapkan kebahagiaanmu, kamu sudah bisa merasa bahagia. Dan
sejatinya, semua hal atau benda yang kamu kira bisa membahagiakanmu
hanya merupakan jalan untuk memperbanyak orang-orang tersebut dalam
kehidupanmu. Maka dari itu indikasi utama dari kebahagiaan seseorang
adalahkualitas hubungan manusia seperti jumlah waktu yang dihabiskan
dengan keluarga dan teman-teman.
9. Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Jangka Panjang, Jangan Melulu Beli Gadget Terbaru. Pesanlah Tiket Untuk Bertualang ke Tempat Baru.
Dalam hitungan tahun, Ipad terbarumu mungkin sudah rusak dan
kehilangan nilainya tapi pengalamanmu menaklukan gunung di bangku SMA
akan jadi semakin berharga semakin banyak kamu menceritakannya ke orang
lain. Dalam jurnal yang berjudul ‘To Do or To Have? That Is The Question’,
psikolog Leaf Van Boven dan Thomas Gilovich, menjelaskan mengapa
pengalaman bisa membuat orang lebih bahagia daripada kepemilikan
materiil.
Seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman lebih terbuka untuk
dimaknai secara positif dibanding kepemilikan materiil yang bisa hilang
atau berkurang nilainya. Pengalaman juga nantinya tidak akan bisa
dilepaskan dari identitas seseorang walaupun mereka sudah bukan lagi
siswa SMA atau sudah lulus dari kuliah. Dan yang paling penting,
pengalaman memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar. Artinya
pengalaman jauh lebih menyenangkan untuk dibagi dan dibicarakan dengan
orang lain sehingga nilai pengalaman itu untukmu akan terus bertambah.
Pengalaman bahagia akan membuatmu lebih bahagia, bahkan pengalaman sedih pun dapat jadi bahan tertawaan di kemudian hari.
10. Buatlah ‘Buku Harian Rasa Syukur’ yang Bakal Membuatmu Selalu Ingat dan Menikmati Kebahagiaan Sekecil Apapun Tiap Harinya
Penulis buku ‘Thanks!: How the New Science of Gratitude Can Make You Happier’, Robert Emmons seorang peneliti dari University of California Davis adalah pionir dalam penelitian mengenai ‘gratitude‘
atau rasa terimakasih yang masuk dalam gerakan psikologi positif. Dia
membagi peserta penelitiannya menjadi 3 grup untuk menulis diari. Grup
pertama hanya menuliskan hal-hal yang mereka syukuri. Grup kedua hanya
menulis hal-hal yang mengganggu mereka. Dan grup terakhir menuliskan
semua pengalaman mereka hari itu.
Hasilnya cukup mencengangkan. Dengan kebiasaan sederhana ini, peserta
di grup pertama bisa merasa lebih baik akan kehidupan mereka, optimis
terhadap masa depan, dan bahkan secara umum lebih sehat dibandingkan
peserta di grup lain. Kesimpulannya adalah kamu tidak boleh berhenti
bersyukur jika ingin bahagia. Bahkan ketika harimu sedang sulit,
menemukan dan mengingat satu hal yang membuat kamu bahagia akan mampu
menggenjot semangatmu untuk jadi lebih baik esok hari.
11. Tidur Yang Cukup Itu Ternyata Penting Untuk Mengingat Betapa Bahagianya Kamu Kemarin
Po Bronson dan Ashley Merryman dalam bukunya ‘Nurture Shock‘
menjelaskan bagaimana kualitas dan jumlah tidur bisa mempengaruhi
pemikiran positif dan negatif seseorang. Kekurangan tidur ternyata lebih
mengganggu bagian otak disebut ‘Hippocampus‘ yang mengolah memori positif dan netral dibandingkan ‘Amygdala’ yaitu bagian otak yang memproses memori negatif.
Orang-orang yang kurang tidur sering kesulitan mengingat hal-hal
positif tapi tidak menemukan masalah mengingat mimpi buruk. Bahkan dalam
satu percobaan dimana mahasiswa-mahasiswa yang kurang tidur diberi
daftar kata untuk diingat esok paginya. Hasilnya, mereka bisa mengingat
81% dari kata-kata negatif seperti kanker tapi hanya bisa mengingat 31%
kata positif atau netral seperti bunga.
Makanya supaya bisa lebih baik mengingat pencapaian dan kebahagiaanmu
di esok hari, pastikan kamu dapat tidur yang cukup malam ini.
12. Agar Kebahagiaan Tidak Terganggu, Jangan Biarkan Pikiranmu Melayang Kemana-Mana
“A mind that likes to wander ’round the corner is an unwise mind.”
‘Be Here Now’-George Harrison
Jika kutipan dari John Lennon mengingatkan kita untuk memiliki teman
supaya bisa bahagia, dalam lagunya yang berjudul ‘Be Here Now’ George
Harrison mengingatkan kita bagaimana pentingnya menghargai waktu
sekarang. Menurut sebuah studi,
47% lebih orang terbiasa membiarkan pikirannya mengembara kemana-mana
sampai melupakan kenikmatan yang ada di depan mata. Ketika kita semua
memiliki keterbatasan waktu, berusahalah untuk bisa semaksimal mungkin
menikmati kebahagiaan yang ada sekarang. Bukan yang sudah berlalu
kemarin atau yang mungkin datang besok.
Bagaimana dengan cara-cara ilmiah ini? Layaknya semua percobaan
ilmiah, tidak ada yang hasilnya bisa konsisten 100%. Tapi pastinya
hasil-hasil penelitian yang butuh waktu tidak sebentar ini layak kamu
coba. Selamat berbahagia!
Cara-Cara Menjadi Bahagia yang Telah Terbukti Secara Ilmiah (Motivasi Sukses Bersama)

2 komentar
ikut share in my website ya mas Romi:)
ReplyDeleteok......never Mind ^_^
Delete